Panduan Upgrade Hak Guna Bangunan (HGB) ke Sertifikat Hak Milik (SHM)

 

Memiliki tanah yang masih berlabel Hak Guna Bangunan (HGB) rasanya masih kurang tenang. HGB adalah jenis sertifikat yang mana pemiliknya berhak memiliki dan mendirikan bangunan diatas suatu tanah yang bukan miliknya. Tapi, tanah itu masih dikuasai oleh perorangan, negara atau badan hukum. Sertifikat ini juga mempunyai batas waktu kepemilikan yakni selama 30 tahun.

Setelah 30 tahun itu, kepemilikan hak guna bangunan bisa diperpanjang sampai 20 tahun. HGB ini boleh dimiliki oleh setiap WNI dan badan hukum yang ada di Indonesia. Namun, bagi anda yang mempunyai HGB tak perlu khawatir karena bisa upgrade menjadi sertifikat hak milik (SHM). Sekarang, sudah mudah mengurus perubahan HGB menjadi SHM.

Langkah Mudah Upgrade Hak Guna Bangunan Menjadi Sertifikat Hak Milik

Untuk mengubah HGB menjadi SHM, anda perlu melalui beberapa tahapan. Tapi, itu tidak sulit. Berikut ini langkah mudahnya yang dirangkum dari artikel.rumah123.com :

1.   Siapkan dokumen-dokumen di bawah ini :

  •  Sertifikat asli HGB
  •   Fotocopy Surat Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) rumah tinggal
  •   Fotocopy SPPT (Surat Pemberitahuan Pajak Terutang) dan PBB (Pajak Bumi dan Bangunan)tahun berjalan.
  •   Fotocopy identitas diri pemohon KK dan KTP.
  •   Surat pengantar dari kelurahan.
  •   Surat pernyataan kepala kantor pertanahan setempat.

·         Mengisi formulir pernyataan dari BPN dan bertanda tangan diatas materai.

2.   Mendatangi kantor BPN

Jika semua dokumen sudah siap, segera datang ke kantor BPN di wilayah tanah yang anda beli. Ikuti jalur pelayanan dan menyerahkan dokumen ke loket pelayanan yang disediakan oleh BPN.

3.   Bayar

Setelah selesai menyerahkan dokumen, selanjutnya anda akan diarahkan menuju ke loket pembayaran untuk membayar biaya pendaftaran SHM. Biasanya biaya pendaftaran sebesar Rp 50 ribu dengan luas tanah 600 meter persegi. Besar kecilnya biaya pendaftaran kemungkinan tergantung luas tanah.

4.   Pengambilan sertifikat

Kurang lebih setelah menunggu 5 hari atau sesuai waktu yang ditentukan oleh BPN, anda sudah bisa mengambil SHM.

Perbedaan Hak Guna Bangunan Dengan Sertifikat Hak Milik

Dari namanya saja sudah beda, apalagi definisinya. Hak guna bangunan adalah hak yang diberikan oleh pemerintah kepada pemilik hgb untuk mendirikan dan mempunyai hak atas bangunan di atas tanah yang bukan milik sendiri hingga batas waktu 30 tahun dan dapat diperpanjang sampai 20 tahun. Itu artinya, pemilik HGB hanya mempunyai hak atas bangunan saja bukan tanahnya.

Umumnya, sertifikat ini digunakan oleh para developer perumahan, ruko ataupun apartemen. Walaupun ada wacana bisa mengubah hak guna bangunan menjadi sertifikat hak milik, tapi tidak semuanya bisa. Maka, sebaiknya anda harus memilih-milih dulu properti yang akan dibeli. HGB cocok bagi anda yang membeli properti untuk keperluan komersial.

Sementara sertifikat hak milik adalah semua hak atas tanah maupun bangunan merupakan kepunyaan pemiliki SHM. Dalam legalitas properti SHM berada pada tingkat tertinggi yang tidak mempunyai batas waktu penggunaan tanah maupun bangunan. SHM juga mempunyai status hukum paling kuat dan memberikan banyak keuntungan penuh bagi pemiliknya.

Jika status tanah anda SHM, anda bisa memperjualbelikannya kepada siapa saja dengan keuntungan penuh, dapat mewariskan ke keturunan dan dapat menjaminkannya sebagai pinjaman ke bank. Dari penjelasan ini bisa disimpulkan bahwa properti dengan hak guna bangunan, cocok untuk tujuan komersial. Sementara SHM bisa untuk semua jenis properti baik komersial maupun non komersial. Sebab, jika properti itu untuk tujuan komersial, berarti anda mempunyai penghasilan yang dapat digunakan untuk memperpanjang masa legalitas properti anda.